Berkunjung ke Pembuat Gamelan Enggal Jaya, Membangun Tradisi dengan Seni

11:34:00 AM


Special Invitation – “Salah satu cara memperkaya khasanah kebudayaan adalah membangun tradisi dengan Seni”. Berawal ketika saya mengisi sebuah acara di umkm di pusat kota Solo dan berlanjut ke salah satu peserta saya adalah seorang pengusaha gamelan. Lalu kami mengobrol dan akhirnya saya di undang untuk mengunjungi workshop yang berada di rumah beliau Bapak Nurdin.

Perjalanan dari rumah mungkin bisa disebut dengan traveling singkat hehe, karena hanya ditempuh hanya 30-45 menit.  Sesampai disana saya disambut dengan Pak Nurdin dan dipersilahkan langsung naik ke lantai dua ruang workshopnya yang terdiri dari tiga lantai. Disinilah saya bisa melihat langsung pembuatan gamelan yang hanya di kerjakan oleh 4-5 orang karyawannya.




Beberapa tumpukan plat mulai dari besi, kuningan hingga perunggu berjajar di ruang workshop tersebut. Termasuk bahan baku dan gamelan yang masih setengah jadi, yang nantinya akan dikelola dengan gamelan yang harganya satu setnya mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Setelah mengambil beberapa foto, saya ngobrol dengan Pak Nurdin. Ternyata usaha gamelan ini dia rintis sekitar tahun 2006-2007. Berawal dari mertuanya yang juga mempunyai workshop membuat dudukan gamelan yang terbuat dari kayu. Pak Nurdin sendiri yang mempunyai dasar di teknik dan pengelasan akhirnya mencoba membantu mertuanya untuk mengembangkan dengan memproduksi sendiri gamelan dari besi, kuningan maupun perunggu tersebut.







Selama lebih dari 10 tahun berkarya dan bergelut di industri gamelan, membuat Pak Nurdin menjadi salah satu pengusaha gamelan di kota Solo. Pangsa pasar gamelan Enggal Jaya ini meliputi seluruh kota di Indonesia, bahkan hingga Internasional seperti Malaysia, Amerika dan Eropa yang juga pernah memesan gamelan di workshop Gamelan Enggal Jaya milik Pak Nurdin tersebut.







Jika ada yang mau pesan gamelan, bisa loh mengunjungi websitenya di alamat www.gamelanenggaljaya.com, atau menghubungi saya langsung. Tentunya salah satu peninggalan dan warisan budaya dibidang seni musik ini harus dilestarikan. Bahkan ketika saya berkunjung ke Gamelan Enggal Jaya ini langsung teringat jaman SMP dulu. Saya pernah megang Slenthem di mata pelajaran karawitan. Bahkan tembang-tembang jawa yang dilantunkan dengan musik gamelan tetap enak didengar dan mempunyai makna yang cukup mendalam.

You Might Also Like

0 Komentar