Masjid Jami' Lasem hingga Ziarah Makam Para Pendiri Lasem

7:12:00 AM




#Destination – “Jika ingin mengingat perjuangan seseorang semasa hidupnya, datangilah seperti apa makamnya”. Siang itu setelah jalan-jalan ke daerah pedesaan wilayah Rembang, mobil yang saya tumpangi melewati lasem. Tepat di pojok jalan saya melihat masjid yang unik bentuknya. Waktu adzan pun berkumandang, dan saya minta pak sopir berhenti untuk melaksanakan sholat Dhuhur.

Setelah mengambil air wudhu dan sholat berjamaah, saya menyempatkan untuk berkeliling masjid. Saya baru sadar kalau nama dari Masjid ini adalah Masjid Jami’ Lasem yang terkenal itu dan sebagai pusat wisata religi. Saat berada disana masjid sedang dalam tahap renovasi. Tidak terlalu banyak peziarah yang datang, setahu saya hanya satu rombongan bus saja yang saya lihat.



Menuju kebelakang masjid, terdapat beebrapa makam para ulama. Diantaranya adalah Tokoh Pendiri Agama Islam di Lasem seperti makam Eyang Sambu, Mbah Srimpet, Mbah Ma’sum dan beberapa ulama terkenal di Lasem.

Sejarah mengatakan Masjid ini dibangun sekitar tahun 1500 an masehi pada masa adipati Teja Kusuma 1 dan seorang ulama yaitu Sayyid Abdurahman. Tokoh tokoh tersebut masih ada hubungan dari Sunan Kalijaga dan trah Kerajaan Majapahit termasuk keluarga dari Jaka Tingkir. Ternyata makan para wali –wali di pantura masih ada hubungan yang sangat erat seperti yang saya kunjungi sebelumnya di bulan lalu.






Lalu makam yang saya kunjungi adalah makan dari adipati R.M Tejakusuma I (Mbah Srimpet) dan juga Walinagara Sayyid Abdurahman (Mbah Sambu) inilah LASEM bisa mempunyai sebuah masjid sebagai tempat beribadah dan syiar agama islam di Lasem hingga bisa bertahan sampai saat ini.Masjid dan makam yang penuh dengan ukiran khas jati tampak berdiri kokoh dan sangat berwibawa. Seperti kewibawaan para wali-wali Allah yang berada di pantura pada saat menyebarkan agama Islam.

Lalu saya menuju di sebelah barat laut masjid juga terdapat sebuah makam yang oleh masyarakat setempat disebut dengan nama makam Mbah Sambu yang dikatakan merupakan seorang Cina yang menyebahkan agama Islam di daerah ini pada masa Tejokusumo I. Makanya di daerah ini muslim, jawa, arab serta keturunan cina hidup saling berdampingan.



Di sebelah utara masjid juga terdapat bangunan terbuka yang terdapat makam-makam yang tidak dikenali identitasnya, namun juga terdapat berjajaran batu batu nisa yang tampak dengan jelas bahwa kompleks kuburan ini juga sudah cukup tua.

Bahkan saya juga melihat suatu monument yang terletak di sebelah kuburan yang disebut dengan Babad Lasem. Yang berisi ajakan dari Kyai Ali Badawi kepada seluruh umat muslim di Lasem, bahwa setelah sholat jumat untuk melawan para kompeni belanda hingga titik darah penghabisan. Perang tersebut merupakan perang Sabilillah.





Konon pada saat perang Kyai Ali Baidawi bersatu bersama pasukan Tan Khe Oey dari keturunan cina bersatu untuk melakukan perlawanan terhadap Belanda saat menduduki tanah jawa khususnya Lasem. Bisa bayangkan, warga keturunan Tiong Hoa dan Pribumi bersatu untuk melawan Belanda. Demi meribut kemerdekaan saat itu. Saya pribadi miris terkadang kalau sekarang masih banyak gap antar etnis yang membeda-bedakan khususnya Cina dan Jawa di jaman sudah merdeka seperti ini. Mungkin mereka tidak tau sejarah kali ya..? Dan yang terpenting mari doakan para pejuang-pejuang dan orang-orang yang sudah mendahului kita.

You Might Also Like

6 Komentar

  1. Rembang.. Termasuk salah satu peradaban tertua di Tanah Jawa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas bener...ket jaman para wali dan sunan

      Delete
  2. Makam-makamnya unik dan megis sekali. Daya tariknya sungguh luar biasa. Jadi pengen kesana biar lebih tahu sejarah Lasem, sekaligus mengenal tokoh-tokoh sesepuh pendirinya.

    ReplyDelete
  3. mesjidnya sudah lama juga iya mas, 1500 san. bentuk mesjidnya pun unik ada makam sekalian. mudahan terus terjaga keastrian mesjidnya dan yang sholatpun menjadi nyaman,

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas sejak jaman penjajahan dan orang2 terdahulu

      Delete