Melihat Tari Barong Peformance di Denpasar

12:59:00 AM

tari-barong-bali-9

#Destination – “Perkelahain akan terus berlangsung abadi antara Kebajikan dan Kebatilan seperti cerita di Tarian Barong dan Keris”. Begitulah kisah tarian barong ketika saya berkunjung ke Bali. Tarian Barong menggambarkan pertarungan antara Kebajikan dan Kebatilan ini, sama seperti yang sedang di alami Negara kita Republik Indonesia, eh…Oke saya mau cerita saja tentang tari Barong yang di persembahkan oleh Stage Uma Dewi Denpasar Bali.
tari-barong-bali-32
Singkat saja ceritanya, Barong adalah mahluk mithologi yang menggambarkan Kebajikan, sedangkan Rangda adalah yang maha dasyat menggambarkan Kebatilan. Pada awal pembukaan tarian ini di sambut dengan music gamelan khas Bali, lalu menceritakan tentang Barong dan Kera yang sedang berada di Hutan yang lebat. Datanglah tiga orang bertopeng yang suka membuat keributan dan merusak ketenangan hutan. Tak lama kemudian mereka bertemu dengan Kera dan akhirnya berkelahi.
tari-barong-bali-22

tari-barong-bali-21

tari-barong-bali-15

tari-barong-bali-13

tari-barong-bali-12

Selanjutnya datanglah dua penari muncul yang merupakan pengikut-pengikut rangda yang sedang mencari para pengikut Dewi Kunti yang sedang dalam perjalanan menuju patihnya. Lalu para pengikut Dewi Kunti tiba dan salah satu pengikut Rangda berubah menjadi setan dan memasukkan roh jahat kepada para pengukut Dewi Kunti yang menyebabkan mereka menjadi marah. FYI saja nih : Ketika melihat ini memang sedikit drama pada awalnya, namun Tari Barong dan keris ini di sajikan ada sedikit bumbu humornya, sehingga supaya para penonton tidak merasa bosan.

tari-barong-bali-5

tari-barong-bali-25

tari-barong-bali-27

tari-barong-bali-14

tari-barong-bali-6

tari-barong-bali-11

Cerita selanjutnya Munculah Dewi Kunti beserta anaknya untuk menyerahkan Sahadewa kepada Rangda sebagai tumbal meskipun Dewi Kunti tidak sampai hati untuk mengorbankannya. Taklama kemudian setan (semacam Rangda) memasukkan roh jahat kepadanya, sehingga Dewi Kunti menjadi marah dan berniat mengorbankan anaknya, serta memerintahkan kepada patihnya untuk membuang Sahadewa ke dalam hutan. Sang Patih pun ternyata tak luput kemasukkan roh jahat oleh setan, sehingga ia membuang Sahadewa ke dalam hutan dan mengikatnya di muka istana sang Rangda.

tari-barong-bali-10

tari-barong-bali-30

tari-barong-bali-7

Pada adegan berikutnya diceritakan bahwa Dewa Siwa turun ke bumi dan memberikan keabadian kepada Sahadewa. Rangda menyerah kepada Sahadewa dan memohon untuk diselamatkan, sehingga Rangda bisa masuk surga. Permintaan ini dipenuhi oleh Sahadewa dan Sang Rangda pun masuk surga.
Datanglah Kalika seorang pengikut Rangda. Ia menghadap Sahadewa. Akan tetapi, rupanya terjadi penolakan. Penolakan ini menimbulkan perkelahian. Dalam perkelahian itu, Kalika berubaha menjadi babi hutan. Walaupun dalam perkelahian itu Kalika berubah menjadi babi hutan, Sahadewa tetap dapat mengalahkan Kalika. Lalu, Kalika berubah menjadi burung dan kembali melawan Sahadewa. Sekali lagi Shadewa dapat mengalahkan Kalika.

tari-barong-bali-18

tari-barong-bali-26

Setelah berubah menjadi burung dan tetap kalah, akhirnya Kalika berubah menjadi Rangda. Karena Rangda sangat sakti, Sahadewa tidak dapat membunhnya. Sahadewa memutuskan untuk berubah menjadi Barong. Kesaktian Barong sama kuatnya dengan Rangda, sehingga tidak ada yang menang dan tidak ada pula yang kalah.

tari-barong-bali-28

tari-barong-bali-24

tari-barong-bali-17

tari-barong-bali-23

tari-barong-bali-20

tari-barong-bali-33

Namun, perkelahian antara Barong (kebaikan) dan Rangda (kebatilan) terus berlangsung hingga sekarang. Hanya saja wujudnya tidak lagi seperti Barong dan Rangda. Wujud perkelahian ini adalah “kebaikan” dan “kebatilan/kejahatan”. Kemudian, muncul para pengikut Barong, masing-masing membawa keris. Maksud kedatangan mereka adalah untuk membantu Barong melawan Rangda. Akan tetapi, ternyata pasukan keris ini tidak ada yang berhasil melumpuhkan kesaktian Sang Rangda.

tari-barong-bali-3

Setelah semuanya Selesai, para penonton langsung ingin berfoto bersama sama para aktor dan aktris pemain drama di Bali Budaya Stage Uma Dewi tersebut termasuk Istri saya . Dari adegan tersebut yang saya suka adalah liat tarian mbak-mbaknya itu lho, kok matanya bisa melolo asik begitu :D


Bali Budaya “Stage Uma Dewi”
  • Waribang No 21. Kesiman, Denpasar, Bali
  • Telp/fax (0361)224265 HP : 08123866672)

You Might Also Like

6 Komentar

  1. Mas Danang halan2 ke Denpasar ik

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena banyak orang indonesia yang butuh piknik mak Rika

      Delete
  2. Menariknya unsur budaya Indoensia, kaya akan khasanah yg bercerita termasuk dlm pengaplikasian melalui gerak tari

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kak itulah indonesia kak, kita harus menjaga budaya kita meski berbeda2 dan saling menghormati..kekayaan negara kita ini tak pernah di temukan di negara lain lho

      Delete
  3. kangen banget tempat ini...
    Dulu pernah lihat tari barong di tempat yang sama.
    Kayaknya musti alan-alan ke Bali lagi nih..kangen banana boat juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. langsung dong kak Sara..liburan ke bali enaknya pas musim panas..

      Delete