Trip Bersama Wisatakita Ke Taman Nasional Tengger Gunung Bromo

2:52:00 PM


#Destination – “Terkadang kita butuh menyendiri, disuatu tempat untuk mengagumi ciptahan Allah dan menyadari bahwa kita adalah mahluk yang lemah.” Hari Minggu dini hari, saya sampai di komplek pegunungan Kaldera Tengger. Waktu menunjukkan pukul 00.30. saya pun berhenti di salah satu wisma yang biasanya digunakan untuk singgah para wisatawan yang ingin menikmati sunrise di Bromo.

Karena perjalanan jauh kurang lebih 8-9 jam dari Solo. Saya belum sempat mandi, mampir pun hanya di SPBU. Tepat jam 01.00 malam saya mandi di wisma yang airnya..wow dingin. Tapi tidak menyurutkan niat mandi saya di dini hari, toh ini juga sudah jadi kebiasaan.

Trip kali ini di sponsorin sama diri sendiri yaitu wisatakita.com, Agent Tour and Travel yang di kelola oleh teman-teman (Promo) he he he. Setelah mandi kembang tengah malam, saat nya menunggu Jeep-Jeep yang akan mengangkut saya menuju Sunrise Gunung Bromo. Saya mendapat Jeep yang oke punya yang dimiliki oleh mas Fajar, Pria bertato asal tengger dengan rambut gondrongnya yang di cat. Batin saya “ wah serem nih masnya kayak gali” hahaha. Selama perjalanan saya duduk di sampingnya dan mas nya super ramah kayak Guide Tour Professional yang nggak pas sama sekali sama penampilannya.

Karena penanjakan utama di tutup, kami akhirnya harus menuju tanjakan bukit cinta supaya bisa melihat sunrise yang kece. Dini hari itu cukup gelap gulita, hanya sinar rembulan yang menyinari kawasan Tengger. Memacu dengan kecepatan tinggi di tanah berpasir di malam hari, membayangkan sedang berada di Paris Dakkar di malam hari. Tak lama kemudian satu jam perjalanan terlewati dan  penanjakan bukit cinta cukup macet waktu itu, karena ratusan Jeep berjubel ingin berebut menuju bukit cinta melihat sunrise.


Subuh pun tiba, saya bingung mau sholat dimana, karena memang di atas tidak ada air. Salah satu cara untuk beribadah ya tayamum. Waktu itu suhunya cukup dingin sekali, sekitar 10 ‘C . dan saya terpaksa harus sholat di pinggir jalan menggunakan syal.

Tak lama kemudian matahari sudah menampakkan sinarnya, meskipun hawa mendung, akan tetapi cahayanya cukup terang untuk menyinari komplek bromo waktu itu. Saya melihat beberapa orang kekinian dan anak muda jaman now mengambil gambar dengan kamera mereka hanya untuk sekedar selfie seperti halnya yang saya lakukan.

Setelah menikmati sunrise, kamipun turun kebawah menuju pelataran kawah di lereng gunung bromo yang terkenal akan pura dan kawahnya. Menghabiskan waktu disini selama dua jam rasanya memang bikin ke kamar kecil terus karena dinginnya udara.

Setelah dari bromo, kemudian kami menuju ke bukit belakang gunung bromo, yaitu Bukit Teletubies, di bukit inilah bukit warna hijau terhampar di mengelilingi. Banyak orang berjualan makanan hingga anak anak kekinian yang berfoto dan berselfie ria bersama kamera kesayangan mereka. Ada juga yang berpacaran seolah-olah bukit Teletubies bukanlah milin Tinky Winky Dipsi ataupun Lala, melainnkan milik mereka berdua.




Karena waktu sudah mulai siang sekitar jam 10, mendungpun tiba. Akhirnya kami kembali ke Jeep dan melewati kawasan pasir berbisik. Kawasan ini adalah kawasan dimana dulunya pernah dibuat syuting film yang pernah di bintangi si cantik Dian Sastro itu. Saya sendiri memutuskan untuk tidak berhenti di pasir berbisik, cukup lewat saja dan segera menuju wisma karena udah risih kepingin mandi lagi.

Oh iya, kalau temen-temen pembaca pengen Traveling sama saya bisa kok bukak wisatakita.com, di situs ini ada berbagai macam paket tour mulai dari pegunungan sampai lautan. Dijamin harganya terjangkau dan murah. Karena traveling bukan soal materi saja tapi passion.

You Might Also Like

6 Komentar

  1. Selalu pengen ke Bromo..
    Cuma parno sendiri dengan jarak tempuhnya, dan treknya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. naik malioboro ekspress kak...terus baru ke batu terus ke bromo..

      Delete
  2. Dari dulu pengen ke Bromo, belum kesampaian.. hiksss

    ReplyDelete
    Replies
    1. doanya blm kenceng...semoga lekas kesampaian kak witri..

      Delete
  3. Sudah Beberapa kali ke Bromo tetep nggak bosen untuk kesana lagi..
    nexttime ahh pengen nyobain Jalur Senduro..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas kudu di coba itu..karena ke bromo itu menyenangkan

      Delete